Dari Pangsa Pasar, Target Daihatsu Sudah Tercapai

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali melampaui target pangsa pasar sejak periode Januari sampai Oktober 2016. Sebelumnya pada periode yang sama di 2015 ADM juga melampaui target pangsa pasarnya.

Dari Pangsa Pasar, Target Daihatsu Sudah Tercapai

“Tahun lalu target 15 persen, market share kita 16,6 persen. Nah sekarang kita sudah capai 17,5 persen,” ujar Marketing Division Head ADM, Hendrayadi Lastiyoso, kepada wartawan, di Jakarta.

Sedangkan untuk penjualan di bulan Desember nanti, Hendrayadi mengatakan akan melihat dari performa penjualan di bulan November ini. Kalau November penjualannya baik, mungkin di Desember juga akan membaik.

“Untuk penjualan di bulan Desember, kita lihat dulu bagaimana performence kita sampai bulan November besok. Bulan November besok kan hari Rabu tutup penjualan, kalau November ini penjualan cukup baik, ya mungkin Desember kita tinggal menyelesaikan target kita tadi. Tapi seperti yang saya bilang tadi, target market share kita yang 15 persen sudah 17,5 persen, jadi saya rasa target 15 persen sudah tercapai,” tuturnya.

Namun dengan sudah terlampauinya target pangsa pasar sebelum penutupan akhir tahun, Daihatsu tetap akan fokus pada penjualan di sisi dua bulan ini.

“Tetap lah kita masih kejarin juga, jangan sampai nanti masih ada dua bulan kita terlena nanti jadi turun,” ucap Hendrayadi.

Sementara itu, ketika ditanya masalah volume penjualan, Hendrayadi mengatakan bahwa Daihatsu tidak berpaku pada volume penjualan.

“Yang kita kejar itu bukan volume, tapi market share, 15 persen dari market. Jadi marketnya berapa itu yang kita kejar gitu. Kalo marketnya 1 juta, kita targetnya 15 persen dari 1 juta,” tambahnya. (rgr/ddn)

Ada Mission E, Porsche Ingin Jualan 20.000 Mobil Listrik Setahun

Porsche turut mengembangkan mobil listrik sebagai solusi kendaraan ramah lingkungan di masa depan. Melalui Porsche Mission E, produsen mobil asal Jerman ini menargetkan penjualan mobil listrik sebanyak 20.000 unit per tahun.

Ada Mission E, Porsche Ingin Jualan 20.000 Mobil Listrik Setahun

Diberitakan Reuters, Senin (28/11/2016), Porsche akan melahirkan mobil listrik pertamanya pada 2019. Untuk memproduksi massal mobil listrik itu, Porsche membuka 1.400 pekerjaan baru.

“Kami telah menghitung jumlah (target) untuk Mission E sekitar 20.000 unit,” kata CEO Porsche, Oliver Blume seperti dikutip Automobilwoche.

Baca juga: 20 Mobil Tercepat di Dunia

Beberapa waktu lalu, bos tenaga kerja Porsche, Uwe Hueck mengatakan, Porsche setidaknya harus menjual 10.000 mobil listrik per tahun. Jika begitu, Porsche akan mendapatkan margin keuntungan dari penjualan mobil listrik.

Di sisi lain, mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla sudah menjual lebih dari 50.000 mobil listrik. Tahun lalu, perusahaan mobil listrik yang bermarkas di California, Amerika Serikat itu sudah menjual 50.580 unit mobil listrik. (rgr/ddn)

Ketika 4 ‘Banteng’ Ngetrack Bareng

Dunia mobil sport kedatangan satu lagi ‘Si Banteng’ alias Lamborghini. Mobil itu adalah mobil bermesin V10, Huracan RWD Spyder.

Ketika 4 Banteng Ngetrack Bareng

Untuk memamerkan mobil ini, Lamborghini merilis sebuah video yang menempatkan mobil dengan 3 pendahulunya seperti Huracan Coupe, Huracan Spyder dan Huracan RWD.

Jadi intinya, mobil Huracan kini bisa Anda miliki dengan memilih apakah itu mau yang AWD (All Wheel Drive) bertenaga 610 ps atau tipe Rear Wheel Drive (RWD) bertenaga 580 ps. Keduanya masing-masing tersedia dalam bentuk Coupe (atap tertutup) dan Spyder (atap terbuka).

Baca juga: 20 Mobil Tercepat Dunia

Keempat mobil dengan beda warna itu masing-masing memulai perjalanan dari berbagai negara di Eropa, mulai dari pegunungan Italia, Prancis Utara, Portugal dan Spanyol, sebelum akhirnya bertemu di sirkuit untuk saling beradu.

Tesla Janjikan Fitur Otonom dalam Beberapa Minggu ke Depan

Tesla membocorkan akan segera memberikan fitur mobil otomatis mereka dalam beberapa minggu ke depan.

Tesla Janjikan Fitur Otonom dalam Beberapa Minggu ke Depan

Memang saat ini konsumen Model S dan Model X belum memiliki fitur otomatis atau driver assist features. Namun Tesla masih terus mengembangkan fitur ‘Full Self-driving hardware’, seperti dikutip Motor1, Senin (28/11/2016).

Fitur autopilot ini dikatakan akan terselip pada Model S dan Model X dalam waktu dekat. Fitur ini disapa Autopilot 8.1 version, versi ini pun akan diperkenalkan dalam kurun waktu 3 minggu.

“Peningkatan Autopilot menambahkan kemampuan baru untuk Tesla Autopilot driving experience,” jelas Tesla.

Tidak sampai di situ, Tesla juga menjelaskan fitur otomatis ini akan bisa berkendara dengan baik dengan fitur otomatis.

“Tesla Anda akan bisa menyesuaikan dengan kecepatan kondisi lalu lintas, akan tetap dalam jalur, otomatis berpindah jalur tanpa memerlukan masukan driver, transisi dari satu jalan bebas hambatan ke jalan yang lain, keluar jalan bebas hambatan ketika tujuan Anda sudah dekat, dan parkir sendiri,” kata Tesla.

Tesla juga mengatakan, model ini akan siap pada akhir tahun ini. Dan saat ini masih terus diuji di jalanan, seperti tampilan Tesla Vision. Selain itu hardware juga dikatakan sudah dirancang dan dibuat dengan menghubungkan 12 sensor ultrasonik ditambah delapan kamera. (lth/rgr)

10 Negara dengan Tingkat Kematian Kecelakaan Lalu Lintas Tertinggi

Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Setidaknya, di seluruh dunia ada satu orang tewas di jalan setiap 30 detik, sementara 20 orang lainnya terluka.

10 Negara dengan Tingkat Kematian Kecelakaan Lalu Lintas Tertinggi

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per hari ada sekitar 752 pejalan kaki dan 786 pengguna kendaraan bermotor tewas di dunia. Ada beberapa negara yang masih memiliki tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi.

Statistik dari Bank Dunia, Transportasi untuk Pengembangan mengungkapkan, negara-negara berkembang memiliki jumlah yang lebih tinggi dalam jumlah kematian di jalan. Masalahnya ada pada infrastruktur yang buruk, standar keamanan kendaraan yang kurang baik dan hukum berkendara yang kurang memadai.

Laman Autoguide, Senin (28/11/2016) menyajikan daftar 10 negara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia berdasarkan data dari Global Status Report on Road Safety 2015 WHO. Berikut daftarnya.

1. Libia

Libia menjadi negara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. WHO memperkirakan, rata-rata 73,4 orang per 100.000 penduduk tewas di jalanan Libia.

Tahun lalu di Libia, dengan populasi 6.201.521 penduduk, total 4.554 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. WHO menilai, hukum soal mengemudi dalam keadaan mabuk, batas kecepatan, kursi untuk keselamatan anak di kendaraan dan hukum soal helm di negara itu kurang memadai.

2. Thailand

Setelah Libia, negara tetangga di Asia Tenggara, Thailand menjadi negara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi kedua di dunia. Perkiraan WHO, rata-rata 36,2 orang per 100.000 penduduk tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Tahun 2015 lalu, sebanyak 24.237 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di sana. Masalahnya menurut penilaian WHO adalah, di Thailand hukum yang mengatur soal batas kecepatan, mengemudi dalam keadaan mabuk, dan penggunaan sabuk pengaman kurang memadai di negara itu.

Ketika mengunjungi Thailand belum lama ini, detikOto melihat masih banyak juga pengguna sepeda motor yang tidak mengenakan helm di jalanan negeri itu. Ada juga yang hanya menggunakan helm yang tidak menutupi bagian telinga (helm cetok).

Menurut Deputy General Manager Business Planning Division, Safety Riding Promotion Division AP Honda Thailand, Akradech Rodsiravoraphat, Thailand menjadi salah satu negara yang memiliki angka kecelakaan tertinggi di dunia.

“Kecelakaan di dunia, Thailand nomor 2. Pertama Libia. Tahun lalu lebih dari 20.000 meninggal dunia (akibat kecelakaan lalu lintas),” kata Akradech ditemui detikOto di Phuket, Thailand beberapa waktu lalu.

3. Malawi

Negara di Afrika, Malawi menempati posisi ketiga negara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Estimasi dari WHO, setiap 100.000 ribu jiwa ada 35 orang tewas di jalan. WHO melaporkan, pada 2015 ada 5.732 total kematian di jalanan Malawi.

4. Liberia

Masih dari Afrika, Liberia menjadi negara keempat dalam tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Diperkirakan oleh WHO, setiap 100.000 jiwa ada 33,7 orang tewas di jalan raya. Tahun 2015 lalu, ada 1.448 kematian di jalanan negeri itu.

5. Kongo

Republik Demokratik Kongo menempati posisi kelima dalam daftar ini. Laporan WHO memperkirakan, 33,2 orang per 100.000 penduduk tewas di jalan. Tahun lalu, ada 22.419 kematian akibat kecelakaan lalu lintas di negeri itu.

6. Tanzania

Republik Persatuan Tanzania mengisi posisi keenam. WHO memperkirakan, 32,9 orang dari 100.000 penduduk meninggal dunia di jalan. Tahun 2015, ada 16.211 nyawa melayang di jalan.

7. Republik Afrika Tengah

Negara selanjutnya adalah Republik Afrika Tengah. Di negara itu, menurut WHO rata-rata 32,4 orang per 100.000 penduduk tewas di jalan raya. Pada 2015, di Afrika Tengah ada 1.495 kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

8. Iran

Iran menjadi negara kedelapan dalam daftar ini. Laporan WHO mengestimasi, rata-rata 32,1 orang per 100.000 penduduk tewas di jalan waya. Tahun lalu ada 24.896 kematian di jalanan Iran.

9. Rwanda

Negara di Afrika, Rwanda mengisi daftar negara dengan angka kematian lalu lintas tertinggi selanjutnya. WHO memperkirakan, rata-rata 32,1 jiwa per 100.000 penduduk tewas di jalan raya. Tahun 2015 ada 3.782 jiwa meninggal dunia di jalanan negeri itu.

10. Mozambik

Negara terakhir dalam daftar 10 negara dengan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia adalah Mozambik. Di negeri itu, estimasi WHO rata-rata 31,6 orang meninggal per 100.000 penduduk. Selama 2015, ada 8.173 kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Mozambik.

Sementara itu, Indonesia–meski angka kecelakaan dan kematian lalu lintas masih tinggi–tidak masuk dalam daftar 10 negara dengan angka kematian akibat kecelakaan tertinggi. Estimasi dari WHO, rata-rata korban jiwa yang meninggal dunia di jalanan Indonesia sebesar 15,3 orang per 100.000 penduduk. (rgr/ddn)

Fakta Soal Kecelakaan Lalu Lintas Versi WHO

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok di berbagai negara. Sebabnya, kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyumbang angka kematian tertinggi di dunia.

Fakta Soal Kecelakaan Lalu Lintas Versi WHO

Ini merupakan pekerjaan rumah bagi semua pihak. Kesadaran pengguna jalan, infrastruktur yang disiapkan pemerintah di suatu negara hingga faktor kendaraannya memegang peran penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis beberapa fakta soal kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Berikut faktanya.

Aduh, Neymar Alami Kecelakaan Saat Menyetir Ferrari 458 Spider

Ada kabar tidak enak nih otolovers, penyerang klub Barcelona asal Brazil, Neymar, pada akhir pekan lalu mengalami tabrakan saat menyetir Ferrari 458 Spider.

Aduh, Neymar Alami Kecelakaan Saat Menyetir Ferrari 458 Spider

Kejadian ini terjadi sesaat sebelum Barcelona bertanding melawan Real Sociedad yang berakhir imbang 1-1.

Pria berusia 24 tahun ini tiba-tiba saja hilang kontrol dan mengalami slip di pintu pintu keluar dan berputar 180 derajat seperti diberitakan Carscoops, Selasa (29/11/2016). Beruntungnya ia bisa menghindar tanpa cedera, namun mobil bermesin V8 itu mengalami lecet.

Rekan setim Neymar, Lionil Messi, pertama kali mengunggahnya di Twitter soal kecelakaan tersebut yang diikuti sebelumnya di posting oleh twitter FCBarcelonaWorld yang mengatakan ‘Neymar mengalami kecelakaan saat mengemudi ke tempat latihan. Beruntung ia aman dan bisa bermain malam ini’.

Neymar membeli Ferrari 458 Spider tahun lalu dari foto yang diposting di laman Instagramnya. Gajinya yang mencapai US$ 16 juta pertahun serta kontrak 5 tahun dengan Barcelona sudah pasti ia bisa membeli mobil-mobil bermesin eksotis seperti 488 Spider untuk mengganti 458 Spider yang lecet.