Polisi Jerman Pakai Ford Mustang Modif

Kepolisian Jerman mendapatkan mobil patroli baru. Kali ini, polisi di negeri itu bisa menggunakan Ford Mustang V8 GT yang telah dimodifikasi.

Polisi Jerman Pakai Ford Mustang Modif

Dilansir Motor1, Senin (28/11/2016), mobil ini dijuluki ‘Wolf Wide 5.0’. Ford Mustang tersebut telah dimodifikasi oleh spesialis tuning Ford lokal, Wolf Racing.

Wolf Wide 5.0 menggunakan pelek 20 inci yang didesain khusus dengan ban Hankook, suspensi height-adjustable coilover, full bodykit dengan apron depan dan belakang, panel samping, diffuser belakang dan sayap besar di belakang. Mobil juga menggunakan knalpot sport.

Ford Mustang untuk polisi Jerman ini ditenagai oleh mesin V8 5.0 liter. Mesinnya diset untuk memuntahkan tenaga hingga 455 daya kuda dari versi standarnya 421 daya kuda.

Walhasil, mobil ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 4,3 detik. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 268 km/jam.

Bagian bodinya, tentu saja mobil ini menggunakan livery khas polisi Jerman lengkap dengan lampu rotator biru dan sirine. Ford Mustang ini juga ditambahkan dengan lapisan Securlux pada jendela samping agar tak mudah rusak.

Wolf Wide 5.0 merupakan salah satu bentuk dari kampanye ‘TUNE IT! SAFE!’. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong modifikasi mobil yang aman dan sesuai dengan peraturan kendaraan bermotor di Jerman. (rgr/lth)

Biar Sederhana yang Penting Bisa Angkut Keluarga

Mungkin ada yang menganggap Daihatsu Sirion, mobil di segmen city car kurang cocok dimodifikasi dengan konsep elegan. Kebanyakan mobil-mobil city car dimodif dengan konsep racing.

Biar Sederhana yang Penting Bisa Angkut Keluarga

Namun beda halnya dengan Aan Julikusmianto yang mengubah Daihatsu Sirion dengan konsep elegan. Menurutnya dengan konsep ini tidak banyak merusak fungsi pada bagian-bagian kendaraan.

“Sirion 2012, saya bawa mobil ini dari Solo dengan konsep elegan minimalis, dan saya berpatokan daily user,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Baca juga: 20 Mobil Tercepat di Dunia

Walaupun dengan modifikasi yang sederhana, menurut pria asal Solo ini, Sirion mempunyai ruang kabin yang lebih luas. Sehingga dapat digunakan sehari-hari dengan membawa keluarganya.

“Karena mobil ini kendaraan keluarga, makannya tidak terlalu ekstrem. Karena saya biasa mengajak istri dan dua orang anak saya,” tuturnya.

Sedangkan untuk perubahan yang dilakukan, ada pada bagian struktur bagian luar mobil yang ditambahkan beberapa body kit custom.

Untuk bagian kaki-kaki, Aan memilih untuk menggunakan velg belang yang offset-nya lebih lebar di bagian belakangnya. “Karena kan Sirion udah ada fendernya yang menonjol, jadi sesuai bawaan pabrik,” ucapnya.

Pada bagian dalam mobil, Aan membungkusnya dengan warna orange di hampir seluruh bagian dalam mobilnya. “Karena suka warna orange. Dan cocok kalau digabungin sama eksteriornya yang hitam,” katanya.

Untuk pelengkap pada bagian kabin, pria yang bekerja sebagai buruh ini, menambahkan audio aftermarket.

“Hanya audio saja dan itu saya mixing, jadi enggak satu brand saja. Untuk area depan dan belakang saya kasih power Venom 2 chanel, dan speaker saya tambah 11 unit, jadi bawaan pabrik masih ada,” sambungnya.

Total pengerjaan Sirion ini memakan waktu sekitar tiga bulanan, dengan biaya untuk interior Rp 6 jutaan, dan untuk bagian luar total memakan biaya sekitar Rp 20 jutaan.

Di Masa Depan, Motor dan Pengendaranya Bisa Berbincang

-Era teknologi masa depan bakal semakin canggih. Tak terkecuali untuk kendaraan bermotor. Kawasaki pun menyiapkan sistem komunikasi dua arah antara motor dan pengendaranya.

Di Masa Depan, Motor dan Pengendaranya Bisa Berbincang

Beberapa waktu lalu Kawasaki mengumumkan sedang mengerjakan sistem kecerdasan buatan untuk sepeda motor. Sistem kecerdasan buatan bernama ‘Rideology’ itu memungkinkan sepeda motor berkomunikasi dengan pengendaranya.

Baca Juga: 20 Mobil Tercepat di Dunia

Sistem Rideology dikembangkan Kawasaki bersama dengan perusahaan telekomunikasi Softbank. Sistem ini bakal menggabungkan kecerdasan buatan dengan Internet Communications Technology (ICT) untuk berinteraksi dengan pengendara dan lingkungan sekitarnya.

Kawasaki mengatakan, sistem kecerdasan buatannya bakal memiliki beberapa kepribadian dan akan belajar dari pengendaranya. Hal itu membuat penyesuaian yang tepat antara kemampuan dan preferensi pengendara.

Digambarkan dalam video yang dirilis Kawasaki, sistem kecerdasan buatan bisa berkomunikasi dengan pengendaranya secara lisan. Sistem itu bakal memberikan informasi tentang cuaca dan potensi bahaya.

Bentuk komunikasi dua arah lainnya adalah ketika pengendaranya tidak suka dengan lalu lintas padat di perkotaan yang membuat dia berhenti. Sebagai tanggapan, sistem kecerdasan buatan akan mendeteksi seberapa lampu merah menyala dan memberi tahu kepada pengendara untuk memperlambat laju motor sedikit sehingga ketika tiba di persimpangan lampu lalu lintas sudah menyala hijau.

Jualan Sirion Melempem, Daihatsu: Karena Ada LCGC

Saat ini di pasar otomotif roda empat, segmen Low Cost Green Car (LCGC) tengah dalam masa keemasannya. Oleh karena itu, tidak sedikit mobil di segmen lain jadi korbannya.

Jualan Sirion Melempem, Daihatsu: Karena Ada LCGC

Salah satu korban dari LCGC ini adalah menurunnya penjualan Daihatsu Sirion di segmen city car. Hal tersebut diiyakan oleh Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di bukan Oktober penjualan Daihatsu Sirion hanya 250 unit.

“Sebenarnya secara total keseluruhan pasar itu sampai bulan Oktober naik 3 persen, tetapi yang paling banyak itu di LCGC, karena adanya yang hatchback LCGC sama MPV LCGC. Apakah city car ini berdampak? Kemungkinan besar iya, karena LCGC ini, city car turun,” ujarnya kepada wartawan, di Ancol, Jakarta akhir pekan kemarin.

Walupun segmen city car tidak jauh berbeda dengan LCGC, harga LCGC yang lebih murah menjadi penentu.

“Konsumen kan banyak pilihan, sekarang modelnya mirip tapi harga kan lebih affordable, jadi mereka banyak pilih LCGC,” ucap Amel.

Namun Amel mengatakan, walaupun penjualan Sirion menurun, jumlahnya tidak lebih besar dibanding merek lain di segmen city car.

“Jadi pasar city car tahun 2016 itu turun 17 persen, tetapi Sirion turun hanya 11 persen. Khusus untuk pasar city car, turunnya Sirion kan lebih kecil kalau dibanding yang lain di segmen city car,” ucapnya.

Selain itu Amel juga memperkirakan di tahun 2017 nanti, pasar di segmen city car masih dalam kondisi yang kurang baik.

“Karena tadi ada LCGC. Faktor lainnya, paling tidak ekonomimya sendiri kan tidak terlalu mendukung. Kalaupun presentase turun, kalau pasarnya naik, kan paling tidak volumenya bisa naik,” tambahnya. (rgr/ddn)

Mobil Hidrogen Toyota Kini Bisa Diisi Hidrogennya di Mana Saja

Toyota membuat terobosan dalam teknologi mobil hidrogen. Toyota membuat pengisian hidrogen berjalan, jadi di mana pun mobil bisa diisi tangki hidrogennya kalau habis.

Mobil Hidrogen Toyota Kini Bisa Diisi Hidrogennya di Mana Saja

Adalah Toyota Australia yang membuat fasilitas pengisian hidrogen berjalan ini. Pengisian hidrogen berjalan itu terdiri juga dari sebuah generator, kompresor, yang terpasang dalam sebuah trailer di truk Hino 700 series.

Gas hidrogen disimpan dalam sebuah wadah di dalam truk kemudian didinginkan dan diberi tekanan sampai 700 bar sebelum dipompakan ke sedan Mirai. Truk hidrogen ini juga bisa mengisi kendaraan hidrogen lain seperti bus atau forklift.

Mobil Hidrogen Toyota Kini Bisa Diisi Hidrogennya di Mana SajaFoto: Toyota Australia
Mirai seperti pernah diberitakan detikOto sebelumnya membuutuhkan 5 kg gas hidrogen yang disimpan di 2 tangki di bagian bawah mobil. Pengisian hidrogen membutuhkan waktu yang tidak lama sekitar 3-5 menit saja. Mobil tidak mengeluarkan emisi, dari knalpotnya hanya mengeluarkan air saja.

Mobil Antik Jadi Karya Seni Menarik di Terminal 3 Ultimate

Jika pernah mengunjungi Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, Anda akan disuguhkan beragam karya seni menarik. Beberapa di antaranya adalah mobil-mobil antik yang menjadi ‘kanvas’ lukisan.

Mobil Antik Jadi Karya Seni Menarik di Terminal 3 Ultimate

Manajer Humas PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano mengatakan, pihaknya menggandeng seniman untuk memamerkan karyanya. Salah satunya adalah seniman kondang, Nasirun dengan mobil-mobil penuh lukisan.

“Tujuan dari pameran mobil tersebut sebenarnya adalah dalam rangka dukungan kami terhadap karya-karya seni Indonesia untuk dipamerkan kepada khalayak ramai dan juga dukungan untuk para seniman Indonesia untuk memamerkan karya-karya mereka di Terminal 3,” kata Yado kepada detikOto.

Dan ini, lanjut Yado, juga merupakan added value yang diberikan kepada pengguna jasa yang mengkomunikasikan bahwa Indonesia pun kaya akan budaya dan mempunyai karya seni yang indah.

Menurut Yado, di area Terminal 3 Ultimate, terdapat lima unit mobil dengan bodi penuh lukisan karya Nasirun. Diantaranya adalah dua unit mobil Mercedes-Benz, dua unit mobil Fiat dan satu unit VW Caravelle.

Nasirun yang merupakan seniman lukis asal Yogyakarta pernah melukis di atas bodi puluhan mobil. Dengan 24 mobil yang dilukis, Nasirun menyabet rekor MURI pertengahan tahun lalu.

Saat itu, mobil-mobil dari berbagai merek terkenal seperti Mercy, Toyota Celica, VW Caravelle GL, dan lain-lain dijadikan kanvas untuk menorehkan karyanya. Mobil tersebut milik kolektor yang rela untuk dilukis.